TIPS! CEGAH COVID-19 DENGAN WORK FROM HOME

Halo Sobat Gawe, perusahaan kini berbondong-bondong memerintahkan karyawannya untuk work from home alias kerja di rumah, untuk mencegah adanya penyebaran virus corona atau Covid-19. Apakah kalian juga ikut work from home? Bukan 1-2 hari saja, work from home bisa berlangsung berminggu-minggu, sampai pandemik virus corona dapat diatasi.

Work from home bisa sangat menantang, terutama bagi karyawan yang belum pernah punya pengalaman membawa pulang pekerjaan kantornya. Itulah sebabnya, ada beberapa tips work from home supaya tetap produktif dalam bekerja, sehingga atasan tetap puas dengan hasil pencapaian Anda.

Tips work from home untuk cegah virus corona

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sudah menyatakan bahwa work from home sangat perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap risiko meluasnya penyebaran virus corona. Maka dari itu, kenalilah beberapa tips work from home di bawah ini:

1. Menjaga komunikasi antar rekan kerja dan atasan

Komunikasi adalah faktor penting saat work from home. Tanpa adanya komunikasi yang baik, pekerjaan Anda bisa terhambat, bahkan tak mencapai target. Mintalah atasan untuk menjabarkan target yang harus dicapai, selama periode work from home berlangsung. Selain itu, komunikasi bisa mencegah datangnya perasaan kesepian yang melanda karyawan di rumah. Sebuah penelitian yang mengikutsertakan 2.500 karyawan, membuktikan bahwa kesepian bisa membuat mereka tidak termotivasi dan susah produktif.

2. Menjaga penampilan dan kebersihan tubuh

Hanya karena Anda diizinkan untuk kerja dari rumah, bukan berarti kebersihan tubuh dan penampilan bisa diabaikan. Secara psikologis, membersihkan tubuh dan menjaga penampilan bisa membuat mental Anda siap untuk bekerja. Terutama jika atasan meminta Anda untuk siap siaga di depan laptop, jikalau ada pertemuan penting yang mengharuskan Anda bertatap muka lewat telekonferensi atau video call. Selain itu, dengan menjaga kebersihan tubuh, Anda bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.

3. Tidak memaksakan tubuh dan pikiran

Di kantor, jam kerja sudah terstruktur; mulai dari jam produktif kerja, waktu istirahat, hingga saatnya pulang dari kantor. Kalau kerja dari rumah, jam kerja Anda mungkin jadi runyam. Alih-alih ingin produktif, Anda malah memaksakan diri dengan bekerja tanpa batas waktu. Sayangilah tubuh dan pikiran Anda. Berikanlah jeda setiap 45-60 menit bekerja. Setelah merasa cukup istirahat, kembalilah bekerja. Hal ini bisa menjaga kemampuan Anda dalam berkonsentrasi. Dengan begitu, Anda mampu bekerja secara optimal. Namun, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk istirahat terus-terusan. Tetaplah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pekerjaan, sesuai yang diperintahkan atasan.

4. Mengelola distraksi

Bekerja di kantor bisa menghindari Anda dari distraksi. Bagaimana dengan work from home? Waspadalah, bekerja di rumah bisa mendatangkan berbagai macam distraksi, termasuk mengurus anak, rebahan di kasur, hingga bersantai ria. Tidak ada salahnya bermain dengan anak ataupun bersantai ria, tapi harus tahu batasan waktu. Misalnya, bermain dengan anak sambil bersantai, di jam istirahat. Jika jam istirahat sudah selesai, kembalilah ke depan laptop dan selesaikan pekerjaan Anda.

 

5. Mengonsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat selama work from home bisa membantu Anda tetap bugar dan siap untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Mengonsumsi makanan sehat ternyata juga bisa meningkatkan suasana hati Anda selama di rumah. Tidak hanya itu, mengonsumsi makanan sehat selama work from home juga bisa meningkatkan kemampuan dalam mengingat. Tentunya ini bisa menguntungkan Anda di tengah banyaknya pekerjaan menumpuk yang harus dikerjakan dari rumah.

6. Tidak bekerja sambil rebahan

Work from home membuat karyawan cenderung mengerjakan tugas di kasur, sambil berleha-leha ria. Menurut seorang ahli chiropractic (terapi pengobatan tulang belakang dan otot), bekerja sambil rebahan di kasur hanya akan menimbulkan nyeri punggung dan leher. Gunakan kursi untuk duduk, dan pastikan kepala sejajar dengan laptop di hadapan Anda. Jadi, nyeri leher dan punggung bisa dicegah. Selain itu, Anda disarankan untuk berdiri dan berjalan atau melakukan peregangan paling tidak 1 jam sekali. Cara ini berguna untuk mengurangi ketegangan otot-otot yang cukup lama bertahan di posisi yang sama.

Itulah tips tetap produktif saat work from home. Meski hanya berdiam di rumah, selalu jaga kebersihan lingkungan dan benda-benda di rumah, ya. Juga, jagalah kesehatan dengan banyak olahraga dan makan makanan sehat. Jangan lupa juga untuk selalu membersihkan barang-barangmu. Terakhir, iringi dengan doa untuk keselamatan kita agar tetap terhindar dari COVID-19 yang sedang mewabah dan terus tetap semangat. Selamat work from home Sobat Gawe!

Aturan Tak Tertulis Yang Ada di Tempat Kerja

Pada hari pertama bekerja, biasanya anda akan memiliki antusiasme yang sangat tinggi karena memulai suatu pekerjaan baru, serta disambut dengan hangat oleh rekan-rekan kerja. Saat awal-awal bekerja atau di saat orientasi, Anda akan diinformasikan mengenai aturan serta kebijakan-kebijakan di tempat kerja, ekspektasi perusahaan pada kontribusi Anda dalam menjalankan peran anda, serta nilai, tujuan, dan misi perusahaan dan lain sebagainya. 

Walaupun begitu, sebenarnya masih ada kategori lain dari aturan tempat kerja meskipun aturan tersebut tidak tertulis secara resmi. Meskipun anda tidak akan menerima sanksi atau surat peringatan apabila melanggar aturan-aturan tersebut, tetapi mengetahui dan menyesuaikan diri dengan peraturan ini sangatlah penting dan berguna bagi anda untuk bisa “masuk” kedalam budaya dan etos kerja di perusahaan, diterima oleh rekan kerja dengan baik serta memperkuat kerjasama tim. 

Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan tentang peraturan yang tidak tertulis tetapi sangat penting untuk dilakukan:

  1. Memahami apa arti waktu kerja fleksibel
    Begitu senangnya mendengar kabar bahwa kantor baru Anda sangat fleksibel mengenai jam kantor. Anda bisa bebas mengatur waktu kerja anda sendiri, tidak perlu masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore asal seluruh tanggung jawab sudah diselesaikan.
    Sebelum itu, perhatikan apabila rekan-rekan kerja anda benar benar memanfaatkan peraturan yang fleksibel itu apakah justru sebaliknya? Memahami hal itu sangat penting untuk menghindari omongan-omongan aneh dari rekan-rekan kerja bahwa anda tidak profesional dan tidak tanggung jawab.
  2. Aturan pulang kerja 
    Luangkan waktu anda untuk memerhatikan kebiasaan rekan-rekan kerja anda saat pulang kerja. Apakah rekan anda meninggalkan kantor sebelum bos anda, atau mereka tetap duduk tenang hingga atasan pergi meninggalkan kantor?
    Jika anda menjadi orang pertama yang pulang setiap hari bisa memicu kesan yang buruk. Jika anda datang lebih awal di pagi hari, kemungkinan besar tidak ada yang melihat Anda tiba. Tetapi jika Anda pulang lebih awal, semua orang akan melihatnya. Walaupun seberapa produktifnya anda, jika anda sering pulang duluan sebelum mayoritas rekan kerja anda, anda mungkin akan dicap sebagai orang yang kurang antusias dalam pekerjaan anda.
  3. Etika Membalas email atau pesan
    Jika memang diperlukan, sempatkan waktu untuk mengecek inbox email anda untuk mengetahui jika suatu ketika atasan anda atau rekan kerja anda mengirimkan email yang penting. Mengetahui kapan, dan bagaimana, Anda diharapkan untuk berpartisipasi dalam suatu proyek menjadi sangat penting. Anda bisa menyempatkan waktu sedikit di pagi hari untuk memeriksa apakah ada Email penting yang masuk ditengah malam dan lain sebagainya.
     
  4. Cara berpakaian
    Pada hari pertama kerja anda, perhatikan gaya busana rekan kerja. Bisa jadi beberapa dari mereka mengenakan celana jeans dan sepatu kets. Tetapi, bisa juga semua orang mengenakan pakaian kerja rapi. Berpakaian yang sesuai memiliki hal penting dalam bagamana anda diterima oleh rekan kerja anda.
     
  5. Aturan mengambil cuti 
    Beberapa perusahaan memberikan cuti tahunan dalam jumlah banyak kepada pekerjanya. Namun, ada kecenderungan para pekerjanya tidak mengambil jatah cuti seluruhnya. Amati bagaimana rekan kerja anda bersikap pada budaya cuti dan libur di kantor anda, sehingga anda bisa mengatur rencana cuti anda jika ingin dipakai untuk travelling atau acara penting. 


 

Sumber: eda.web.id

TIPS! MELAMAR KERJA VIA ONLINE

Melamar kerja via online sekarang sudah gampang dan ga ribet loh Sobat Gawe! Tapi ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan nih saat melamar pekerjaan online. Apa saja sih? Yuk kita simak bersama!

  1. Bacalah deskripsi pekerjaan dengan seksama

Sebelum anda memutuskan untuk mendaftar suatu pekerjaan,bacalah terlebih dahulu deskripsi pekerjaannya dengan saksama. Lihat apa saja hal yang dibutuhkan oleh perusahaan teresebut dan pikirkan apakah anda mampu untuk bekerja dengan pekerjaan tersebut. 

    2. Penuhi Profile akun kamu dengan pengalamanmu 

Secara umum, saat mengajukan lamaran pekerjaan tentu dibutuhkan Curriculum Vitae atau profile diri. Hal itu digunakan oleh perusahaan untuk mengenal pelamarnya secara singkat, dilihat dari profil dirinya. Selain data diri yang umum seperti scan KTP, Kartu Keluarga, Ijazah pendidikan terakhir, dan lain-lain. Karena itu, pentingnya mengecek dan siapkan terlebih dahulu data-data yang sekiranya diperlukan oleh perusahaan. Bila memang sudah terkumpul, jangan lupa untuk dicek kembali dan pastikan datanya agar lengkap sebelum diupload di job portal, jangan sampai ada kesalahan upload.

    3. Perhatikan Etika Pengiriman Email

Jika suatu ketika anda diharuskan untuk mengirimkan Email ke perusahaan, jangan lupakan etika pengiriman email. Jika anda hendak menghubungi perusahaan, selalu pastikan anda sudah memperkenalkan diri dan gunakan bahasa yang sopan. Anda harus memastikan etika email sudah dilakukan dengan baik untuk memberikan kesan positif terhadap perusahaan yang anda lamar kerja. 

    4. Pastikan Lowongan kerja valid 

Pastikan apakah perusahaan yang anda ajukan lamaran pekerjaan tersebut benar adanya dan bukan fiktif maupun penipuan kerja. Anda bisa mencari kepastiannya dengan cara mencari website resmi apakah ada atau tidak, dan juga tanyakan kepada contact person yang tercantum dalam lamaran kerja online.

    5. Perhatikan Kualifikasi yang Dibutuhkan

Hal ini berhubungan dengan syarat apa saja yang dibutuhkan untuk dapat mengisi lamaran. Misalnya, pelamar hanya boleh berusia 18-15 tahun, atau lamaran hanya boleh diisi untuk lulusan Teknik Informatika, dan lain-lainnya. Anda harus memperhatikan detail kecil ini supaya lamaran anda tidak menjadi sia-sia.

    6. Hindari Perusahaan yang Tidak Jelas 

Sekarang sedang marak-maraknya lowongan kerja palsu atauh hoax. Akibatnya, banyak sekali orang yang menjadi korban. Pastikan perusahaan yang anda tuju memang perusahaan asli yang jelas dan memang ada untuk menyediakan lowongan pekerjaan. Cara mengeceknya adalah googling mengenai informasi lowongan pekerjaan tersebut. Seperti alamat kantornya apakah itu alamat asli yang jelas, dan lain-lain. Jangan pernah juga mau membayar uang pendaftaran lowongan kerja. Karena beberapa perusahaan tidak pernah memungut biaya apapun untuk lowongan pekerjaan.

 

Itulah tips melamar pekerjaan secara online, anda harus teliti dan detail pada saat melamar pekerjaan secara online supaya dapat mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan. 

Yuk, jangan lupa daftar di Gawe.id dan temukan lowongan pekerjaan sesuai minatmu! 


 

TIPS! CARA MEMBUAT EMAIL YANG BAIK

Pada zaman era telekomunikasi saat ini penggunaan email sangat memainkan peran penting. Apalagi bagi mereka yang bekerja diperusahaan besar ataupun yang sering berhadapan dengan dunia internet. Sekarang kita akan bahas caranya menulis e-mail professional. Maksudnya tuh, gimana sih? E-mail professional adalah e-mail yang ditujukan untuk orang-orang yang kita tidak kenal atau orang yang dihormati. Seperti contoh, mengirim e-mail kepada dosen kampus, petinggi perusahaan, dan lain-lain.

E-mail dengan format yang ditulis secara asal-asalan akan otomatis membuat si penerima e-mail enggan membaca hingga selesai, dan kemungkinan besar e-mail juga tidak akan dibalas. Apalagi jika mengirimkan CV kerja ke alamat e-mail perusahaan, alangkah baiknya kalau menggunakan format e-mail yang baik dan benar. Gimana sih, cara mengirim e-mail yang santun dan baik? 

1. Ketahui Alamat E-mail penerima yang benar 

Pastikan alamat E-mail yang tertulis sudah benar, tidak ada salah penulisan dan menulis alamat E-mail yang lengkap. Tanpa mengetahui alamat E-mail yang benar, Anda tidak akan bisa mengirim E-mail kepada orang yang dituju.

2. Tulis Subject Email dengan benar 

Pastikan kamu mengisi subject Email dan jangan dibiarkan kosong. Tulislah judul Email yang sesuai dengan tujuan kamu mengirimkan Email. Tidak perlu terlalu panjang ataupun terlalu pendek, tetapi buatlah yang singkat, padat dan representatif.

3. Gunakan Salam Pembuka

Ucapkan salam terlebih dahulu sebelum menulis isi Email agar terkesan lebih sopan. Jika memiliki hubungan dekat dengan penerima Email, kamu bisa menulis salam pembuka yang lebih santai. Contohnya “Dear Kak Jimin,” dan lain-lain.

4. Tulis Isi Email yang efektif 

Sehabis menulis salam pembuka, tulislah email kamu dengan isi email yang berisikan tentang untuk tujuan apa Email kamu ditulis. Pastikan Anda menggunakan kalimat yang efektif dan tidak bertele-tele. Jangan pernah mengosongkan bagian isi Email! Tulislah hal-hal penting yang berisi tujuan penulisan Email kamu. Email yang kosong tanpa ada isi kemungkinan besar tidak akan dibaca oleh penerima Email. 

5. Masukkan lampiran-lampiran yang diperlukan

Apabila kamu ingin mengirimkan CV ke Job Giver, pastikan kamu sudah meng-attach CV kamu bersamaan dengan Email yang kamu kirim. Tidak lupa berikan keterangan bahwa kamu melampirkan sesuatu dibagian bawah Email. 

6. Menulis Penutup 

Setelah selesai membuat bagian isi, selanjutnya kamu bisa menuliskan penutup email. Kamu juga bisa menambahkan conclusion sebelum menutup Email jika memang diperlukan. Setelah itu, ucapkan salam seperti “hormat saya”, “best regards”, atau sesuaikan dengan keperluan kamu di akhir Email. 



Sumber: saung.net

 

TIPS! BUAT CV-MU JADI MENARIK YUK!

Bagi yang belum berpengalaman, menulis CV dapat menjadi salah satu hal yang paling menantang dalam mencari kerja. Masalahnya, kebanyakan orang HRD melihat satu CV hanya dalam hitungan detik saja. Karena jumlah CV yang masuk setiap harinya super banyak dan menumpuk, mereka hanya akan membaca sekilas satu per satu CV tersebut. Nah, Sobat Gawe kepo nggak nih, gimana sih caranya biar mereka tertarik dengan CV kita? Yuk simak tips di bawah ini!

  1. Tulislah CV yang singkat, padat dan jelas

Biasanya, CV tidaklah lebih dari dua halaman kertas A4. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mereka tidak akan berlama-lama membaca CV kita. Jadi, alangkah baiknya jika CV kita ditulis dengan singkat, to the point, dan tidak bertele-tele. 

  1. Sesuaikan CV-mu 

Jangan kirimkan satu CV yang sama ke banyak perusahaan, tetapi, sisihkan waktumu untuk mengganti sedikit isinya sesuai dengan perusahaan yang kamu daftar. Cari tahu lebih dalam tentang perusahaan tersebut dan tunjukkan skill-skill yang sekiranya diperlukan untuk dimasukkan ke dalam CVmu. 

  1. Masukkan Informasi yang benar & jujur

Janganlah berbohong saat menulis CV! Karena itu akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari apabila perusahaan melakukan background check terhadap profile kamu! Terlebih lagi, jika saat interview kamu tidak bisa menjawab pertanyaan seputar informasi
Palsu” yang kamu masukkan kedalam CV, pasti bakalan canggung banget! 

  1. Selalu Update CVmu

Sedang mencari kerja atau tidak, bukan jadi alasan bagi kamu untuk tidak membuat CV. Tetap update CVmu jika ada hal besar yang berpengaruh dalam perjalanan karirmu, seperti kegiatan volunteer, dll. Segera masukkan informasinya kedalam CVmu sebelum lupa. 

  1. Percantik CV-mu

Di era digital ini, visual adalah hal yang cukup penting untuk menarik peminat suatu produk. Sama halnya dengan CV-mu, berikan warna-warna dan desain yang menarik untuk menarik perhatian HRD. Banyak sekali penyedia desain CV yang menarik dengan harga cukup affordable, lho! Sobat Gawe bisa googling sendiri untuk tau harganya. 

 

Sumber : https://www.totaljobs.com/advice/successful-cv